Endra Yuafanedi Arifianto

Universitas Brawijaya

Category : Penyejuk Jiwa

Isra’ dan Mi’raj

Isra’ dan  Mi’raj

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”(QS. Al-Isra’: 1)

 

Sekilas mengingat peristiwa Isra’ dan Mi’raj

Ibnu al-Qayyim berkata,”Menurut riwayat yang shahih bahwa Rasulullah diisra’kan dengan jasadnya dari Masjid al-Haram menuju Baitul Maqdis dengan mengendarai al=Buraq, ditemani oleh malaikat Jibril as. Lalu beliau singgah di sana dan sholat bersama Nabi sebagai imam, lalu menambatkan al-Buraq pada gagang pintu masjid.

Beliau dimi’rajkan dari Baitul Maqdis menuju langit dunia. Jibril minta ijin agar dibukakan pintu langit bagi beliau lalu terbukalah pintunya. Di sana, beliau melihat Adam, bapak manusia. Beliau member I salam kepadanya lantas dia menyambutnya dan membalas salam tersebut serta mengakui kenabian Rasulullah. Allah juga menampakkan kepada beliau ruh-ruh syuhada dari sebelah kanannya dan ruh-ruh orang-orang yang sengsara dari sebelah kirinya.

Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit kedua. Jibril memintakan izin agar dibukakan pintunya untuk Rasulullah. Disana, beliau melihat Nabi Yahya bin Zakaria dan Isa bin Maryam, lalu menjumpai keduanya dan memberi salam. Keduanya menjawab salam tersebut dan menyambut beliau  serta mengakui kenabiannya.

Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit ketiga. Disana, beliau melihat Nabi Yusuf lalu memberi salam kepadanya. Dia menjawab salam tersebut dan menyambut beliau  serta mengakui kenabiannya.

Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit keempat. Disana, beliau melihat Nabi Idris lalu memberi salam kepadanya. Dia menjawab salam tersebut dan menyambut beliau  serta mengakui kenabiannya.

Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit kelima. Disana, beliau melihat Nabi Harun bin ‘Imran lalu memberi salam kepadanya. Dia menjawab salam tersebut dan menyambut beliau  serta mengakui kenabiannya.

Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit keenam. Disana, beliau melihat Nabi Musa bin ‘Imran lalu memberi salam kepadanya. Dia menjawab salam tersebut dan menyambut beliau  serta mengakui kenabiannya.

Tatkala beliau berlalu, Nabi Musa menangis. Ketika ditanyakan kepadanya,”Apa yang membuatmu menangis?”. Dia menjawab,”Aku menangis karena  ada seorang yang diutus setelahku jumlah umatnya yang masuk surga lebih banyak dari umatku.”

Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit ketujuh. Disana, beliau melihat Nabi Ibrahim as lalu memberi salam kepadanya. Dia menjawab salam tersebut dan menyambut beliau  serta mengakui kenabiannya.

Kemudian beliau naik ke Sidratul Muntaha, lalu al-Bait al-Ma’mur dinaikkan untuknya. Kemudian beliau dimi’rajkan lagi menuju Allah Yang Maha Agung lagi Maha Perkasa. Allah mewahyukan kepada Rasulullah 50 waktu shalat. Kemudian beliau kembali hingga melewati Nabi Musa.

Nabi Musa bertanya kepada beliau,”Apa yang diperintahkan kepadamu?.”

Beliau menjawab,”50 waktu sholat.”

Nabi musa berkata,”Umatmu pasti tidak sanggup melakukan itu, kembalillah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan untuk umatmu.”

Beliau menoleh kepda Jibril seakan ingin meminta pendapatnya dalam masalah itu. Dia mengisyaratkan persetujuannya jika beliau memang menginginkan hal itu. Lalu Rasulullah menghadap Allah yang Maha Agung untuk meminta keringanan. Singkatnya, Allah menetapkan menjadi 5 waktu sholat. Keesokan harinya Rasulullah menceritakan kisah perjalanan beliau dihadapan kaumnya. Perjalanan yang hanya dilakukan semalam oleh Rasulullah bersama Jibril memilki tanggapan yang beraneka macam. Kaumnya terpecah menjadi tiga golongan.

Golongan pertama, kaumnya yang setia mengikuti beliau langsung percaya dangan apa yang diceritakan Rasulullah diantaranya sahabat Abu Bakar sehingga mendapat julukan As Siddiq. Golongan ini semakin meningkat keimanannya kepada Allah dan yakin kebenaran risalah beliau.

Golongan kedua, orang islam yang lemah imannya mulai meragukan akan risalahh beliau sehingga banyak yang kembali murtad.

Golongan ketiga, orang kafir /musuh islam semakin memperolok Rasulullah karena dinilai Muhammad SAW sudah gila. Mereka hanya mendasarkan logika semata perjalanan yang seharusnya dilakukan antara Masjid Al-Haram ke Baitul Maqdis selama 1 bulan dikatakan hanya semalam.

Semoga kita semua termasuk golongan pertama, yang mengakui kebenaran Rasulullah SAW dengan penuh keimanan kepada Allah SWT.

 

 

Hikmah yang terkandung dalam Isra’ dan Mi’raj

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini memiliki banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita teladani. Salah satu yang perlu kita perhatikan adalah perintah sholat 5 waktu yang sudah ditetapkan Allah Yang Maha Agung.

Sholat 5 waktu hukumnya wajib bagi kaum muslimin, sebagai pengingat hamba kepada Rabbnya. Sesama muslim sudah menjadi kewajiban untuk saling mengingatkan saudara-saudara kita untuk senantiasa mengerjakan sholat 5 waktu dalam kondisi apapun. Tak terkecuali kehidupan di kampus, perlu kita sadari lima hari dalam sepekan sebagaian besar kita hidup di kampus dengan berbagai macam aktivitasnya. Mulai dari dosen, karyawan, dan mahasiswa menghabiskan waktunya sebagian besar ada dikampus. Semisal perharinya kita mulai dari pukul 07.30 – 16.00 berada dikampus, sekitar 8 jam perhari waktu kita dikampus. Sholat Dhuhur dan Ashar pasti akan dilaksanakan dikampus. Disinilah kita perlu mengingatkan dengan segala kesibukan dan aktivitas, hendaknya tubuh kita istirahatkan sejenak dengan mendatangi rumah Allah untuk menjalankan kewajiban kita. Saat-saat disibukkan dengan aktivitas tersebut kita perlu mengingat Allah.

Hanya dengan mengingat Allah hati kita bisa tenang, tidak mudah stress. Sungguh rugi apabila kesibukan kita sehari-hari menyebabkan kita lupa akan hakikat penciptaan manusia sebagai makhluk Allah, yaitu beribadah kepadaNya. Sungguh rugi apabila tugas-tugas kampus menjauhkan kita dari mengerjakan sholat. Mari kita menjaga sholat Dhuhur dan Ashar kita dengan menghidupkan serta memakmurkan Masjid dan mushola dikampus kita. Jadikan itu karakter kita sebagai seorang moslem engineering. Sedangkan sholat Maghrib, Isya’ dan Subuh kita bisa melakukan di masjid atau mushola dilingkungan tempat tinggal kita.

Peristiwa Isra’ dan Miraj’ ini, hendaknya mengingatkan kembali kepada kita akan pentingnya risalah Rasulullah SAW tentang kewajiban sholat 5 waktu. Dengan semangat dan momentum Isra’ dan Miraj’ kita tingkatkan ibadah kita kepada Allah. Semoga kita bisa tetap saling mengingatkan sesama dalam menunaikan pesan terpenting dalam  peristiwa Isra’ dan Miraj’ yaitu sholat 5 waktu di awal waktu. Semoga kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang mencintai Allah dan RasulNya serta dicintai pula oleh Allah dan RasulNya. Amin Ya Rabb…